Title : Baekhyun, You Misunderstand
Author : @revina_shiro (EyelinerPrincess)
Length : One Shot
Genre : Bromance, Family, Sad (Just a little)
Rating : PG-14
Main Cast :
- Byun Baekhyun (EXO-K)
- Park Chanyeol (EXO-K)
Other Cast :
- Members of EXO-K and EXO-M
Summary : “Gomawo … Baekki”
Disclaimer : Hufh … sekarang revina_shiro(EyelinerPrincess) tampil beda nih! *jeng-jeng* aku bikin FF Yaoi Readerdeul!! (teriak pake toa). FF ini tercipta karena motivasi(?) dari chinguku Bella Oktira, bener deh aku gak pernah kepikiran buat bikin yang namanya FF Yaoi. Ini ide cerita asli 100% dari imaginasiku loh
, ide cerita hinggap di kepala pas mandi wkwkwwk
*curcol*. Attention Please dimohon dengan sangat,jangan ada yang berani memplagiat unsur intrinsik/extrinsik FFku ya please… I hope that.
Author Talks : Readerdeul, bagi kalian yang gak suka jangan baca ya! wkwkwk
. FF ini emang gaje, banyak typo tapi semoga readerdeul suka ya. Please RCL (Read>Comment>Like)
~***~
(Author Side)
“Akh … mana sih si Chanyeol kenapa batang hidungnya belum juga kelihatan,” Ucap seorang namja dengan memasang wajah cemberut.
Namja itu tengah menunggu seseorang di taman kota Seoul. Diliriknya jam tangan yang berada di pergelangan tangan kirinya, ya … sekitar 2 jam dia menunggu disana. Kesabaran namja ini pun mulai habis, akhirnya namja itu pun menelpon seseorang yang tak lain adalah Park Chanyeol orang yang membuatnya menunggu selama 2 jam di taman kota Seoul.
Drrttt … Drrttt …
Setelah menunggu beberapa detik,akhirnya sebuah suara yang familiar ditelinga namja itu pun terdengar, ya … suara berat khas seorang Park Chanyeol.
“Yakhh … kau lama sekali sih,aku bosan menunggumu tau,” Ucap namja itu dengan kesan marah di setiap kata yang diucapkannya.
“Mianhae … Baekki. Tadi aku ada sedikit urusan hehehe
. Tunggu sebentar, aku akan segera kesana ,” Ucap Chanyeol dari sebrang sana.
“Kalau begitu cepat, jangan lama-lama ya! arraseo?”
“Ahh ne, ehmm pasti kau merindukanku ya kan? wait a moment baby,” Goda Chanyeol pada Baekhyun.
Bip …
Sambungan telepon mereka pun terputus.
Wajah namja itu terlihat makin imut ketika sebuah senyuman merekah di bibir kecilnya. Kebahagian tengah menyelimuti hatinya sekarang,karena penantiannya itu tak sia-sia.
(Chanyeol Side)
“Ahh … Mian Chagi kau harus menungguku lama.”
Ku percepat langkahku supaya Baekki tidak menungguku lebih lama lagi di taman. Hari ini rencananya kami berdua akan kencan,tapi sepertinya gagal karena aku terlambat ketaman hari ini, Hah~
“Baekki~” Teriakku sambil melambaikan tangan padanya.
“Ah … Akhirnya kau datang juga yeoli ^^”
Oh my … What a cute Baekki. I’m falling in love with you~
“Mian … kau pasti menungguku lama ya? Mianhae”
“Gwenchana Yeoli” Ucapnya diiringi semburat merah dipipinya.
“Ne. Kalau begitu kita jalan sekarang ya.”
Ku genggam tangannya lembut, dia tampak sedikit terkejut ketika aku menggenggam tangannya. Sekarang wajahnya memerah lagi, Omo … dia makin manis.
“Sebenarnya kita mau pergi kemana?”
“Aku mau menaktrirmu makan Ice Cream, kau mau kan?”
“Ne aku mau, aku ingin rasa Strawberry ya Yeoli? ya..ya..ya,” Ucapnya manja.
“Ne, terserah kau saja. Pasti kubelikan untukmu Baekki,” Ucapku sambil mencubit pipi chubbynya.
Wajahnya memerah lagi, hey… aku suka kalau wajahnya memerah dia makin terlihat cute. Hey … He is very cute, isn’t he?
“Baekki, aku pesan dulu Ice Creamnya ya?”
“Ne Yeoli^^”
~***~
“Ehm … Ahjumma aku pesan 2 cup Ice Cream ya! rasa Strawberry satu dan Bananannya satu.”
“Ne … tunggu sebentar ya”
Karena acara kencan kami batal, ya ku ajak saja dia ke kedai Ice Cream langgananku. Sesekali aku melihatnya dari meja kasir,kulihat dia terus menjilati bibirnya. Ahh … Baekki kau benar-benar lucu.
“Ini pesananmu nak, 1 cup Ice Cream rasa Strawberry dan 1 cup Ice Cream rasa Banana. Semuanya jadi $2” Ucap ahjumma yang membuatku kaget. (Mianhae kalo pake dollar ya! )
“Gomawo ahjumma … kapan-kapan aku akan datang ke kedaimu lagi,” Ucapku dengan senyum di bibirku.
“Ne … lebih sering lagi ya hehehe J”
Aku berjalan ke arah Baekki sekarang. Dia terlihat terkejut saat aku menepuk bahunnya pelan.
“Kau mengkagetkanku Yeoli”
“Hahahaha
Ini Ice Cream mu …!”
“Wah … gomawo Yeoli-ya^^”
~***~
Sekarang kami berjalan menyusuri jalan menuju dorm EXO, pasti Leader kami Suho akan marah kalau kami pulang terlambat. Terlebih dia itu sering naik darah karena ulah kami berdua.
Tok … Tok … Tok …
Aku mengetuk pintu dorm, masih tidak ada jawaban dari dalam. Ku putuskan untuk mengetuk pintu lebih keras.
Tok … Tok … Tok …
“YAAA … Appo. Kenapa kau memukulku hyung sakit tau”
“YAAA… aku tidak sengaja, aku kesal karena tidak ada yang membukakan pintu untuk kami.”
“Tapi kan gak gitu juga hyung, bisa kah kau lebih lembut sedikit. Bagaimana kalau hidung mancung ini jadi pesek karena kau pukul.”
“Sudahlah, mian ya Sehun. Kami berdua memang dari tadi sudah mengetok pintu tapi tidak ada yang membukannya.” Ucap Baekhyun bijak.
“Tapi … sudahlah aku tidak mau mood ku rusak. Malam ini kan aku mau menelepon Luhan Hyung di China. Aku harus selalu ceria karena Luhan Hyung juga selalu ceria hahahaha
”
Kami berdua hanya memasang wajah o_o. Kami bingung apa yang dibicarakan si maknae gila ini. Aneh -__-
“Eh … kalian dari mana saja huh? Ini sudah jam 7 malam,” Ucap si Leader murka.
“Mian … tadi kami ke kedai es cream dulu hehehe
” Jawabku dengan kekehan khasku.
“Kalian selalu membuatku gila,” Ucapnya masih dihiasi kemurkaan di wajahnya.
(Baekhyun Side)
“Yeoli, aku mandi duluan ya? boleh ya?”
“Silahkan Chagi kekekekeke~”
Ahh, pasti wajahku merah lagi kyaaa~ aku malu tau. Chanyeol, kau selalu membuatku salah tingkah saja.
Bug …
Ku tutup pintu kamar mandi sedikit kasar,jantungku berdebar rasanya mau copot. Cinta itu membuatku selalu terlihat gila~. Ku lihat pantulan wajahku di cermin.
“Byun Baekhyun … kenapa kau selalu salah tingkah di depan Park Chanyeol sih?” Ku ajukan sebuah pertanyaan bodoh untukku sendiri.
“Ya ampun … I’m going crazy because of you, Chanyeol”
Ku putuskan untuk mandi sebelum seluruh penghuni dorm menjebol pintu kamar mandi karena aku terlalu lama disini.
*Skip*
“Segarnya …”
Setelah mandi aku langsung memakai kaos putih favorite ku. Aku tidak melihat keberadaan Chanyeol di kamar. Kuputuskan untuk mencarinnya.
“Dimana Chanyeol sih?”
Sudah ku tanyakan pada Suho Hyung tapi dia tidak tau, tanya Sehun dia juga tidak tau. Biarlah … aku ingin makan dulu saja, seharian ini aku hanya makan satu kali kan kasian cacing di perutku belum ku kasih makan. Setelah makan, baru cari lagi Chanyeol
.
Ketika aku berjalan ke dapur untuk mencari makanan, betapa terkejutnya aku melihat Chanyeol memegang tangan Kyungsoo erat dan menatapnya lembut. Rasanya hatiku hancur berkeping-keping, sesak, aku sudah tak tahan melihatnya. Tanpa sadar cairan bening dari kedua mataku membasahi pipiku sekarang. Aku tidak mau membuat luka di hatiku semakin dalam, kuputuskan untuk menjauh dari tempat itu.
(Author Side)
Perih,itulah yang dirasakan Baekhyun sekarang. Melihat kekasihnya, Chanyeol berselingkuh membuat Baekhyun tidak bisa menahan air mata dari kedua sudut matanya.
“Kenapa kau selingkuh Chanyeol? Wae? Aku sangat mencintaimu Chanyeol huhuhu :’(,” Ucap Baekhyun di tengah-tengah tangisannnya.
Setelah setengah jam menangis, akhirnya Baekhyun pun tertidur dengan kedua matanya yang sembab.
Ketika masuk ke kamar,Chanyeol menemukan Baekhyun sudah damai di dunia mimpinya. Chanyeol mendekati ranjang milik Baekhyun.
“Baekki-ya … ketika tidur wajahmu makin imut,” Ucap Chanyeol.
Chanyeol tidak sadar kalau mata Baekhyun bengkak akibat terlalu lama menangisi perselingkuhan dirinya dan Kyungsoo. Kenapa bisa begitu? Sebab, Lampu yang menyala di kamar mereka hanya lampu tidur yang dinyalakan Baekhyun sebelum dia tidur.
“Good night Baekki … and Happy Nice Dream. Mimpikan aku ya!” Ucap Chanyeol tepat di telingan Baekhyun.
(Chanyeol Side)
“Good night Baekki … and Happy Nice Dream. Mimpikan aku ya!” Ucapku tepat di telingannya.
Karena takut membuatnya terjaga, ku betulkan selimut yang menyelimuti tubuh kecilnya itu agar dia tidak kedinginan malam ini. Ku langkahkan kakiku untuk pergi mandi karena aku ingin secepatnya menyusul Baekki ku di dunia mimpi kekekeke~
~***~
“Oke, go to sleep and dreaming about u Baekki kekekeke~ Good Night”
Kuharap malam ini aku bisa memimpikanmu Baekki, itulah doaku setiap malam ketika akan tidur.
*Skip*
Cahaya matahari dari celah-celah jendela kamar ini selalu sukses membangunkanku pagi-pagi padahal aku masih asyik mimpi tentang Baekhyun … ahh damn. Kududukan tubuhku di ranjang dan mengedipkan mata beberapa kali untuk memfokuskan lensa mataku pagi ini.
“Ehmmm … Selamat pagi Baekki,” Ucapku sambil melihat kearah ranjangnya.
“Baekki … Baekki … kau dimana?”
Ku cari Baekhyun ke setiap sudut kamar kami tapi hasilnya nihil. Sebenarnya kau dimana sih? . Secepat kilat (?) aku keluar dari kamar dan mencari keberadaan Baekhyun, tidak biasanya Baekhyun menghilang pagi-pagi begini.
“Baekki~” Teriakku histeris.
“Hyung berisik,ini masih pagi woyy,” Timpal Sehun yang baru bangun.
“Apa kau melihat Baekhyun?”
“Tidak,aku kan baru bangun hyung. Memangnya kenapa kau mencari Baekhyun Hyung?”
Aku tidak memperdulikan pertanyaan Sehun barusan, sekarang aku hanya ingin menemukannya. Dimana kau Baekki?~
“Baekki, ternyata kau disitu. Aku mencari mu dari tadi”
“…….” Tak ada jawaban.
“Baekki kenapa kau tidak membangunkanku? Kau tega,” Ucapku dengan nada sedih.
“…….”
“Baekki~ Baekki~”
“Kau! Kau mengganggu ketenanganku. Awas aku mau mandi,” Ucapnya tepat di depan wajahku.
Sebenarnya Baekhyunku kenapa sih? Kenapa dia jadi begini. Apa yang salah denganku.
(Author Side)
Di pagi hari yang cerah dan ceria ini, Chanyeol justru malah kebalikannya. Sikap Baekhyun pagi ini sangatlah berbeda dari biasannya, Baekhyun yang ini lebih dingin dan tatapan matanya pun menyiratkan kemarahan yang dalam.
Di lain sisi,Baekhyun yang marah akibat insiden semalam. Sikapnya berubah 90 derajat dari yang biasanya; tak ada yang namanya kecerian, cinta, jantung berdebar, bahkan semburat merah pun tak ada. Baekhyun sekarang seperti orang lain bagi Chanyeol.
(Baekhyun Side)
Sebenarnya aku tidak tahan mengabaikan Chanyeol terus-terusan begini, tapi aku terlanjur marah padanya. Baru kami pacaran kemarin,dia selingkuh dibelakangku. Namja sialan memang, tapi anehnya aku tetap mencintainnya dan disitu inti masalahnya, membuatku harus merasakan rasa sesak ketika aku tau akan kenyataan.
~***~
Ruang Makan
Suasana pagi ini memang tidak seperti biasanya, karena sekarang tak ada kegaduhan yang terjadi. Ya … karena BaekYeol break!. B-R-E-A-K you know?
“Ya ampun, akhirnya kalian bisa kalem juga ya BaekYeol. Sumpah demi apapun aku bahagia,” Ucap si Leader Suho.
“Ahh … tapi gak seru, biasanya kan jam segini ada tontonan gratis,” Celetuk Sehun.
Semua orang diruang makan tertawa lepas, hanya aku dan Chanyeol yang diam, tak sedikitpun mengeluarkan suara.
“Selera makanku tiba-tiba hilang, aku duluan.” Ucapku ketus.
Semua orang yang ada diruangan ini menatapku aneh. Tanpa harus melihatpun aku sudah tau. Ku putuskan untuk pergi ke kamar untuk membenahi bad moodku pagi ini.
Kamar
Bug …
Ku tutup pintu kamarku dengan kasar. Ku rebahkan tubuhku di atas kasur milikku ini dan mengambil handphoneku di laci sebelah ranjangku.
“Sial … kenapa susah. Kau seperti virus Chanyeol.”
Ternyata foto selcaku dan Chanyeol sangat banyak .. Aku dilema untuk mentouch tombol ‘delete all’.
Ku alihkan pandanganku dari handphone ke pintu kamarku, terlihat seseorang menyembul dari sana.
“Eh, hyung. Kau mau ikut kami jalan-jalan?” Ucap Sehun semangat.
“Aku malas, aku di dorm saja. Selamat bersenang- senang,” Ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari handphone yang kupegang.
“Yasudah, berarti hyung disini bersama Chanyeol hyung ya. bye …”
Aku tidak mendengar perkataan Sehun sebelum dia menutup pintu kamarku, aku terlalu fokus melihat foto-fotoku bersama Chanyeol.
~***~
Seharian ini aku hanya diam di kamar dan melihat album gallery handphoneku, sekitar 500 item foto selca kami berdua. Yah … itulah yang bisa ku lakukan untuk melihat wajah, senyuman, kekehannya untuk saat ini.
(Chanyeol Side)
Seharian ini Baekhyun tidak keluar dari kamar kami. Aku ingin masuk, tapi aku takut dia seperti pagi tadi. Jadi serba salah.
“Kami pulang … “ Teriak si maknae.
“Kalian seharian ini kemana saja?” Tanyaku.
“Kami tadi ke Lotte World loh … terus jalan-jalan di Seoul, belanja makanan deh,” Sahut Sehun antusias.
“Kalau begitu, Kyungsoo cepat buat makanan aku lapar”
“Baiklah, aku ganti baju dulu ya,” Jawab Kyungsoo.
“Eh, by the way Baekhyun hyung mana? Kok gak kelihatan ya?” Celetuk Sehun.
“Seharian ini dia dikamar, dan aku seharian main game”
“Kalau begitu nanti aku akan memanggilnya…”
Ahh … aku ingin bilang ‘biar aku saja Sehun’ tapi aku benar-benar bingung aku harus melakukannya atau tidak. Hah~ nasib cintamu tidak semulus kebanyakan orang ya Park Chanyeol~
*Skip*
Ruang Makan
Makan malam jadi terasa hambar tanpa Baekhyun yang ceria. Aku ingin Baekki-ku kembali seperti biasanya. Aku sedih melihat sikpnya yang berbeda hari ini. Sebenarnya kau kenapa Baekhyun?
Drrtt… Drrtt…
“Yeoboseyo, Luhan hyung?” Ucap Sehun menerima sambungan telepon.
“Ahh, Kenapa kau tidak menelponku jam segini huh? Aku merindukanmu Sehun,” Teriak Luhan hyung dari sebrang sana.
“Mian hyung … jadwal makan malamnya sedikit diubah malam ini, aku lupa memberitahumu,” Jawab Sehun dengan senyum yang merekah.
“Yasudah, selesai makan kau yang telepon ne? Selamat Makan Sehun, Saranghae,” Ucap Luhan hyung sebelum memutuskan sambungannya.
Aku envy pada HunHan Couple, mereka selalu saja akur. Aku juga ingin seperti mereka. Padahalkan aku baru resmi pacaran, kenapa Baekhyun membreak hubungan kami.
“Aku sudah kenyang, aku duluan ya!” Ucap Baekhyun tanpa melihat kearahku.
Kulirik piring milik Baekhyun yang bersebelahan dengan Sehun, ternyata dia sengaja makan sedikit untuk menghindariku. Damn …
Acara makan malam seluruh member EXO-K resmi selesai. Setiap member punya kegiatan masing-masing, kecuali aku … ya aku bingung harus melakukan apa tanpa Baekhyun.
“Hoammm … kita tidur saja ya! Aku ngantuk,” Ucap Suho.
“Hoammm … Mari kita tidur, aku lelah seharian ini jalan-jalan,” Jawab si maknae.
“Aku juga ngantuk, aku duluan ya!” Ucap Kai
“Yasudah kita tidur saja, besok pagi-pagi kita jalan-jalan lagi otte?” Tawar Suho.
“Ne~ Songsaengnim …” Ucap mereka semangat.
Ku putuskan untuk mengikuti jejak mereka untuk tidur lebih awal malam ini. Aku sontak kaget ketika pintu kamar kami dikunci Baekhyun dari dalam.
“Baekhyun buka pintunya, aku mau tidur” Teriaku dari luar.
Tak ada jawaban dari dalam, hah~ mungkin dia sudah tidur. Terpaksa aku tidur di sofa ruang tengah malam ini, tanpa bantal, selimut, dan Baekkiku.
Ku langkahkan kakiku gontai menuju ruang tengah dorm ini. Mengambil posisi ternyaman di sofa yang sempit menurutku untuk aku jadikan tempat tidur malam ini.
“Brrr … dinginnya,” Ucapku lirih.
Demi Baekhyun aku rela tidur di sofa dan kedinginan malam ini, Happy Nice Dream Baekhyun … mimpikan aku ya!
Perlahan ku pejamkan kedua matakku dan pergi ke dunia mimpi, dunia diamana aku dan Baekhyun bisa bersama selain di dunia nyata.
~***~
(Author Side)
Keesokan harinya …
“Hoekkk … Hoekkk”
“Chanyeol kau kenapa? Kau sakit?” Tanya Kyungsoo pada Chanyeol.
“Semalam aku tidur di sofa, sekarang badanku panas,” Balas Chanyeol lirih.
“Kok bisa sih?” Tanya Kyungoo.
“Baekhyun mengunci pintunya dari dalam” Jawab Chanyeol singkat.
“Hoekkk … Hoekkk …”
“Kuantar kau kemarku ya!” Tawar Kyungsoo.
Karena semlam Chanyeol tidur di sofa dia kedinginan. Badanya panas dan muntah terus-menerus. Kyungsoo yang melihat itu langsung mengantar Chanyeol kekamarnya untuk istirahat.
Ketika Baekhyun melihat Chanyeol sakit, ekspresi wajahnya pun biasa saja. Tak mengisyaratkan sedikitpun kekhawatiran disana. Kebalikan dengan hatinya yang sesak melihat Chanyeol yang sakit karena ulahnya malam tadi.
(Baekhyun Side)
“Hoekkk … Hoekkk …”
Siapa yang muntah pagi-pagi begini.
“Chanyeol kau kenapa? Kau sakit?” Terdengar suara Kyungsoo khawatir.
“Semalam aku tidur di sofa, sekarang badanku panas,” Balas Chanyeol lirih.
“Kok bisa sih?” Tanya Kyungoo lagi.
“Baekhyun mengunci pintunya dari dalam” Jawab Chanyeol singkat.
Seketika hatiku sesak mengetahui bahwa Chanyeol sakit karena aku. Air mataku sudah tak bisa ku tahan lagi untuk melandasi pipiku. Disisi lain selain sedih karena aku tau Chanyeol sakit, aku juga cemburu melihat Kyungsoo dekat-dekat Chanyeol.
*Skip*
Di dorm hanya ada aku, Chanyeol, dan err… Kyungsoo. Member lain semuanya jalan-jalan lagi hari ini, mereka memang suka sekali kabur dari dorm.
Sebisa mungkin aku terlihat sok sibuk dengan cara mandi, makan, membuka Macbook airku atau tidak membuka I-phoneku. Aku tidak mau melihat mereka bermesraan. Pokoknya aku tidak mau titik.
Sesekali, aku mengintip untuk melihat keadaan Chanyeol yang dirawat Kyungsoo. Aku ingin melakukannya, tapi … sudahlah.
(Author Side)
Hari itu bagi Baekhyun adalah hari tersuram untuknya. Kenapa? Chanyeol sakit ditambah Kyungsoo yang merawatnya. Cemburu! Ya… Baekhyun cemburu, melihat kemesaraan Chanyeol dan Kyungsoo. Hatinya terasa perih dan lukanya pun semakin dalam.
Selama 4 hari terakhir ini Chanyeol tidur di kamar Kyungsoo dan Kai dan dirawat oleh mereka berdua. Suho marah pada Baekhyun yang otoriter menguasai kamar mereka sendirian. Tapi Baekhyun menganggap itu semua hanya angin lewat ditelingannya.
Liburan EXO-K selama 1 minggu berakhir hari ini. Seluruh member memanfaatkannya untuk jalan-jalan terakhir sebelum mereka kembali dipadatkan dengan job yang super banyak. Tapi beda halnya Baekhyun dan Chanyeol yang tidak ikut jalan-jalan hari ini. Mereka tinggal di dorm.
(Chanyeol Side)
“Hoammm … selamat pagi,” Ucapku masih dengan suara serak.
Dimana Kyungsoo dan Kai? Ahh, pasti mereka jalan-jalan. Berarti tinggal aku sendirian di dorm, hufhh menyedihkan.
Ku langkahkan kaki ke dapur untuk minum. Ku lihat Baekhyun duduk di tepi kolam berenang.
“Baekki-ya …” Ucapku masih dengan suara serak.
“Apa? Ada hal yang kau ingin bicarakan” Ucapnya ketus dan tak mengalihkan pandangannya dari kolam berenang.
“Sebenarnya kenapa kau marah padaku? Apa salahku Baekki,” Tanyaku yakin.
“Aku marah padamu karena kau selingkuh dengan Kyungsoo setelah kita resmi pacaran. Napeun namja,” Ucapnya dengan penekanan pada kata Napeun”.
“Selingkuh? Aku tak pernah selingkuh Baekki percayalah padaku.”
“BOHONG,” Teriaknya.
“Aku tak berbohong padamu Baekki, aku tidak pernah selingkuh dengan Kyungsoo. Saat itu Kyungsoo___”
“CUKUP,” Potongnya.
“Tapi___”
“Pergi kau …”
“Aku tidak mau … “ Jawabku lantang.
“Aku harus melakukan apa agar kau percaya? Aku siap melakukan semua instruksi darimu Baekki,” Jawabku lagi.
“Baiklah, kalau kau ingin begitu. Sekarang kita lomba renang”
“Tapi Baekki__”
“Tadi kau bilang kau siap melakukan apapun, jangan-jangan kalau kau kusuruh mati kau tak akan mau”
“Siapa bilang, ayo kita lakukan sekarang.”
“Ok. Kalau kau menang akan ku maafkan. Tapi kalau kau kalah kita PUTUS,” Jawabnya menekankan pada kata Putus.
Aku pasti menang. Aku harus memperjuangkan cintaku. Harus!.
“Baiklah kita mulai,” Jawabku semangat.
“Ok … Hana … Deul … Set …”
Byur~
Sekarang kami sama-sama menyelam di dalam air. Sebenarnya kepalaku masih sakit karena aku baru sembuh. Tapi semua itu tak sedikitpun menggoyahkan semangatku untuk menang. Untuk saat ini aku yang memimpin di depan.
“Ahh …”
Aku mengerang sakit ketika aku merasakan kepalaku yang terasa sakit. Ku tutup kedua mataku untuk menahan rasa sakitnya. Tapi usahaku gagal. Aku malah tenggelam ke dasar kolam ini dan pingsan.
(Baekhyun Side)
“Yeahh … aku menang!”
“Heh, mana Chanyeol? Kenapa dia tidak kelihatan ya?”
“Chanyeol~ Chanyeol~”
“Jangan-jangan____”
Buru-buru aku menyelam untuk mencari Chanyeol, dan benar saja dia tenggelam.
Ku ambil nafas sebanyak-banyak dipermukaan air dan kembali ke dasar kolam dan memberikannya nafas buatan. Aku melakukannya 5x berturut-turut. Masih dalam keadaan ciuman (?) untuk memberinya nafas buatan, tubuhku letih dan akhirnya akupun pingsan.
(Chanyeol Side)
Kubuka mataku perlahan, membuka sedikit demi sedikit kelopak mataku untuk memfokuskan retinaku.
“Ehh, apa yang terjadi padaku,” Batinku.
Aku membelalakan mataku ketika melihat sosok Baekhyun di depanku. Yang membuatku kaget dia memejamkan matanya sambil menautkan bibirnya di bibirku. Aku yakin pasti dia tadi memberikanku nafas buatan. Ku lepaskan tautan bibir kami.
“Baekhyun …” Ucapku lirih.
Tak ada jawaban. Apa dia pingsan?
Ku tarik tubuhnya ke permukaan dan buru-buru aku memberinya nafas buatan. Kutarik nafas-nafas sebanyak untuk memberikannya nafas buatan.
“Huekkk … Huekkk …”
“Kau tidak apa-apa Baekki”
“Aku tidak apa-apa. Kau sendiri bagaimana? Tadi kau pingsan di dasar. Aku bingung harus melakukan apa jadi aku hanya memberimu nafas buatan, tapi aku malah ikut-ikutan pingsan,” Jawabnya panjang lebar.
“Ne … Gwenchana Baekki. Apa kau memaafkanku?”
Tiba-tiba dia mendaratkan ciuman singkat di bibirku. Aku tersenyum penuh arti setelah mendapatkannya.
“Ne … aku memaafkanmu Chanyeol. Jangan membuatku cemburu lagi”
Tanpa menjawab perkataannya, aku mencium bibirnya. Lembut … ya itu yang selalu ku rasakan ketika kami melakukannya. Dia membalas ciumanku. Kutarik pinggangnya dan dia menarik leherku. Ciuman kami makin dalam dan kami menikmatinya.
“Gomawo … Baekki,” Batinku.
~***~
(Author Side)
Di lain tempat. Kyungsoo dan Kai mereka telah resmi jadian. Kebahagian menyelimuti hati mereka.
“Saranghae Kai”
“Nado saranghae Kyungsoo”
Kai mendaratkan bibirnya di bibir Kyungsoo. Mereka saling menikmati sensasi tautan bibir mereka satu sama lain.
_________
“Luhan Hyung, kapan kau ke Korea sih? Aku juga ingin melakukan itu bersamamu.”
“Maksudmu?” Jawab Luhan di sebrang sana.
“Berciuman denganmu hyung”
“Kau mulai pervert Sehun … ini pasti didikan si Suho yang tak becus.”
_________
“Memang jadi seorang Leader itu harus kuat mental, selau saja ada yang meragukan kualitasku menjadi Leader. Elus dada Jun Myeon~ hahaha
”
~***~


